Jumat, Januari 11, 2013

Notebook Vs Netbook: Mana yang Terbaik?

Sumber: http://differencebetweenlaptopandnotebook.org
‘Kembali ke laptop!’, slogan sebuah acara talkshow yang diasuh oleh pelawak Tukul Arwana tersebut pasti sudah tidak asing di telinga kita. Meskipun sempat dilarang penayangannya, acara tersebut muncul kembali dengan nama baru. Namun, di sini kita tidak akan membahas tentang acara talkshow yang telah merebut perhatian banyak pemirsa itu, tetapi alat bantunya yakni laptop. 

Laptop merupakan istilah untuk menyebut komputer jinjing atau komputer portabel. Dulu, sebelum laptop berkembang seperti saat ini, pengerjaan tugas-tugas yang berhubungan dengan pengetikan dilakukan menggunakan komputer meja atau yang dikenal dengan istilah PC atau komputer desktop. Dibandingkan dengan PC, laptop memiliki ukuran yang lebih kecil. Meskipun demikian, performa laptop tidak kalah dengan PC. Selain itu, laptop sebagai komputer pribadi tentunya memudahkan pengerjaan tugas menjadi lebih efektif dan efisien karena dapat dibawa kemana saja. Laptop akan sangat berguna bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi sehingga dapat meng-handle pekerjaan kapan saja dan di mana saja. 
Istilah laptop awalnya digunakan untuk notebook. Seiring perkembangannya, komputer portabel tidak hanya berupa notebook saja, tetapi juga muncul varian baru yang disebut dengan netbook. Kini, istilah laptop digunakan untuk kedua jenis varian komputer jinjing tersebut. 

Perkembangan laptop sebenarnya mengikuti kebutuhan dan keinginan pasar yang beragam. Notebook digunakan untuk melakukan tugas-tugas yang membutuhkan spesifikasi setara komputer desktop. Sebut saja pekerjaan kantoran, desain grafis, photo editing, video editing, dan juga game. Sementara netbook awalnya difungsikan sebagai perangkat komunikasi nirkabel dan akses internet. Namun kini netbook dikembangkan sebagai perangkat komputer portabel multifungsi. Artinya, netbook tidak hanya untuk akses internet saja, tetapi juga digunakan untuk melakukan tugas-tugas yang lebih sederhana dan tidak membutuhkan spesifikasi tinggi, seperti tugas-tugas kantor, mengetik, input data, dan lainnya.


Perbedaan Antara Notebook Dengan Netbook 

Jika dilihat sekilas, notebook dan netbook tidak memiliki banyak perbedaan secara fisik. Banyak yang beranggapan bahwa notebook dan netbook adalah komputer jinjing yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Bagi yang masih awam mungkin belum mengetahui perbedaan antara kedua jenis varian komputer portabel tersebut. Namun, apabila dicermati, Anda bisa menemukan perbedaannya. Adapun perbedaan dari kedua varian komputer jinjing tersebut adalah sebagai berikut:


  • Ukuran 
Secara fisik notebook memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan netbook. Ukuran yang dimaksud mengacu pada ukuran layar. Notebook umumnya memiliki ukuran layar lebih dari 12 inch. Sementara ukuran layar pada netbook lebih kecil yakni antara 7 hingga 11 inch

Ukuran yang berbeda tentu saja berpengaruh pada bobot antara notebook dengan netbook yang berbeda pula. Notebook cenderung memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan netbook. Bobot notebook bisa mencapai 1 hingga 6 kg tergantung pada ukuran dan bahannya. Sementara netbook bobotnya berkisar antara 1 hingga 2 kg, bahkan ada pula yang kurang dari 1 kg. 

  • Spesifikasi 
Faktor kedua yang membedakan antara notebook dengan netbook adalah spesifikasi. Spesifikasi yang dimaksud mengacu pada jenis processor dan kapasitas memori (RAM) yang digunakan. 

Umumnya notebook menggunakan processor yang memiliki performa lebih kuat mulai dari Dual Core, Core 2 Duo, Turion X2, dan lainnya. Performa dari processor yang kuat tersebut didukung dengan kapasitas memori yang besar mulai dari 1 hingga 2 GB. Notebook yang dilengkapi dengan spesifikasi tinggi tidak lepas dari fungsinya sebagai komputer jinjing dengan performa setara komputer desktop

Sementara spesifikasi yang menyusun netbook umumnya lebih ringan yakni menggunakan processor Intel Atom. Untuk mendukung performanya, netbook dilengkapi dengan memori (RAM) dengan kapasitas mulai dari 512 MB hingga 1 GB. Spesifikasi ini tentu disesuaikan dengan fungsi netbook sebagai perangkat komputer jinjing untuk melakukan tugas-tugas sederhana. 

Perbedaan spesifikasi antara notebook dengan netbook jelas berpengaruh pada performa kedua varian laptop tersebut. Mana yang lebih cepat? Dengan spesifikasi lebih tinggi, notebook cenderung memiliki performa yang lebih cepat dibandingkan dengan netbook. Perbedaan performa tersebut mengarah pada tujuan penggunaan masing-masing jenis varian. Notebook menyasar segmen yang membutuhkan komputer cukup bertenaga untuk pekerjaan yang berkaitan dengan multimedia atau lainnya yang lebih dari sekedar mengetik, misalnya desainer grafis, editor foto, editor video, arsitek, pencipta game, dan lainnya. Sementara netbook menyasar segmen yang membutuhkan komputer sekadar untuk pekerjaan kantoran dan akses internet. 

  • Kelengkapan periferal 
Ditinjau dari segi kelengkapan periferal, notebook memiliki susunan komponen yang lebih lengkap dibandingkan netbook. Notebook dilengkapi dengan optical drive yang umumnya berupa DVD-RW, sedangkan netbook tidak. Jika Anda ingin melakukan transfer data dengan membakar CD atau DVD menggunakan netbook, maka Anda harus menyediakan optical drive secara terpisah berupa DVD-RW eksternal. 

  • Harga 
Meskipun tidak bersifat teknis, namun faktor yang satu ini turut andil dalam perbedaan notebook dengan netbook, yakni harga. Harga notebook cenderung lebih mahal dibandingkan dengan netbook. Sebuah notebook rata-rata dipatok pada harga 3 hingga 6 jutaan bahkan lebih, sedangkan netbook berkisar antara 2 hingga 3 jutaan. Mengapa notebook lebih mahal dari netbook? Jelas notebook lebih mahal karena memiliki spesifikasi lebih tinggi dan periferal lebih lengkap dibandingkan netbook

Kelebihan dan Kekurangan Antara Notebook Dengan Netbook 


Untuk menentukan mana yang lebih baik antara notebook dengan netbook, Anda perlu mengetahui kelebihan dan juga kekurangan dari masing-masing varian komputer jinjing tersebut. Secara prinsip, apa yang menjadi kelebihan notebook merupakan kekurangan netbook. Demikian pula sebaliknya. 


Kelebihan Notebook 

Beberapa kelebihan pada notebook dapat diuraikan secara singkat seperti berikut:


  • Memiliki spesifikasi tinggi 
Sebagai komputer pribadi, notebook memiliki spesifikasi setara dengan komputer desktop baik dari jenis processor, ukuran RAM, maupun kapasitas hard disk. Notebook minimal menggunakan jenis processor Intel Dual Core, AMD Athlon atau Turion. Jenis processor ini memungkinkan notebook menjalankan pekerjaan cukup berat seperti desain grafis, photo dan video editing dengan performa cepat. 

Kecepatan processor yang digunakan pada notebook umumnya mencapai 2.1 GHz atau lebih. Dengan spesifikasi yang tinggi dan performa yang cepat, notebook memungkinkan penggunanya untuk melakukan multitasking. Artinya, pengguna bisa menjalankan beberapa pekerjaan dengan program yang berbeda sekaligus dalam satu waktu. 

  • Ukuran layar lebih lebar 
Notebook memiliki layar lebih lebar umumnya berukuran 14 inch. Ukuran layar yang lebar dapat meminimalisir efek lelah pada mata ketika bekerja di depan notebook selama berjam-jam. Layar yang berukuran lebar memungkinkan detail objek dapat ditampilkan secara jelas, tanpa perlu ‘memaksa’ kerja mata. 

  • Memiliki periferal lebih lengkap 
Keberadaan optical drive pada notebook memberikan nilai tambah pada varian komputer jinjing yang satu ini. Ukuran notebook yang lebih besar tentunya memiliki ruang untuk menempatkan optical drive berupa DVD-RW secara built-in. Artinya, komponen tersebut dipasang dalam satu kesatuan dengan perangkat notebook itu sendiri. 

Penempatan optical drive pada setiap notebook tidaklah sama, tergantung pada desain yang dikembangkan oleh masing-masing produsennya. Di manapun optical drive ditempatkan, secara prinsip komponen tersebut memiliki fungsi yang sama yakni untuk melakukan transfer data baik dari maupun ke CD atau DVD. 

  • Ukuran keyboard lebih ‘lega’ 
Ukuran layar notebook yang lebih lebar tentu berpengaruh pula pada ukuran keyboard yang lebih luas. Dengan ukuran keyboard yang lebih ‘lega’ menjadikan pengguna lebih nyaman ketika melakukan proses pengetikan. Selain itu, pengguna juga bisa mengetik dengan cepat dan tingkat kesalahan ketik dapat diminimalisir. 


Kekurangan Notebook

Meskipun memiliki beberapa kelebihan, notebook juga memiliki kekurangan, di antaranya adalah: 

  • Ukuran lebih besar dan bobot lebih berat 
Faktor ukuran ternyata menjadi kelebihan sekaligus kekurangan bagi perangkat komputer jinjing yang disebut notebook ini. Mengapa demikian? Ukuran yang lebih besar tentunya berpengaruh pada bobot yang lebih berat. Kondisi ini menyebabkan notebook butuh perlakuan dan tempat khusus untuk membawanya, sehingga tidak bisa sembarangan. Selain itu, dengan ukuran yang besar menjadikan notebook kurang praktis dan simpel untuk mobile

  • Baterai tidak tahan lama 
Kelemahan atau kekurangan notebook juga terletak pada komponen baterainya. Baterai notebook tidak mampu bertahan lama. Pada kapasitas penuh, notebook umumnya hanya mampu bertahan 3 hingga 4 jam, meskipun baterai yang digunakan berkapasitas 6 cell. Daya baterai notebook tidak mampu bertahan lama karena perangkat penyusunnya tidak termasuk komponen yang hemat energi. Contoh paling konkrit penggunaan processor yang lebih cepat mengakibatkan performa notebook lebih banyak ‘memakan’ energi. 

  • Harga cenderung mahal 
Spesifikasi yang tinggi dan periferal yang lengkap tentu tidak mengherankan jika notebook ‘dibandrol’ dengan harga cenderung mahal. Adapun reaksi yang muncul dari pasar berkenaan dengan harga notebook ini sangatlah variatif. Ada yang mengurungkan niat untuk membeli secara tunai dan mencari alternatif lain, ada yang tetap membeli dengan sistem kredit, dan ada pula yang membeli tanpa OS (Operating System) sehingga harga lebih murah. 


Kelebihan Netbook 

Seperti halnya notebook, netbook juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai varian baru komputer jinjing, netbook memang tidak sekuat notebook. Hal ini disebabkan tujuan pengembangan awal hanya untuk kepentingan komunikasi nirkabel dan internet. Terlepas dari tujuan tersebut, netbook tetap memiliki beberapa kelebihan yang patut dipertimbangkan, yaitu: 

  • Praktis untuk dibawa kemana saja 
Kecil tidak selalu mengindikasikan kelemahan. Ukuran kecil pada netbook justru menjadi kelebihan dari varian komputer jinjing yang satu ini. Meskipun ukuran layar kecil berkisar antara 7 hingga 11 inch, namun netbook mampu menampilkan gambar yang tajam, karena didukung dengan tingkat resolusi yang tinggi, yakni 1024 x 600 pixel. 

Ukuran yang kecil menjadikan netbook lebih mobile. Artinya, gadget ini mudah dan praktis untuk dibawa kemana saja. Dengan ukuran yang mungil tentu bobotnya lebih ringan sehingga tidak merepotkan untuk dibawa kemanapun Anda pergi. Jadi, Anda tetap bisa mengerjakan tugas dan mengakses internet kapan saja dan di mana saja. 

  • Baterai tahan lebih lama 
Sumber energi utama netbook juga berasal dari baterai. Keberadaan baterai pada netbook sangatlah penting. Tanpa baterai, netbook tidak lagi sesuai dengan fungsinya sebagai komputer nirkabel, karena harus menggunakan kabel dan listrik sebagai sumber energinya. 
Ada dua jenis baterai yang digunakan pada netbook yakni baterai dengan kapasitas 3 cell dan 6 cell. Perbedaan kapasitas tersebut berpengaruh pada daya tahannya. Baterai dengan kapasitas 6 cell lebih tahan lama yakni antara 5 hingga 6 jam. Sementara baterai yang berkapasitas 3 cell umumnya hanya mampu bertahan kurang lebih 1 hingga 3 jam. 

Meskipun sama-sama menggunakan baterai berkapasitas 6 cell, namun daya tahan baterai pada netbook lebih lama dibandingkan notebook. Hal ini disebabkan perangkat penyusun netbook lebih hemat energi terutama pada jenis processor yang digunakan. Di samping itu, netbook yang hanya digunakan untuk pekerjaan office dan akses internet tentu tidak ‘memakan’ banyak energi. 

  • Harga lebih murah 
Salah satu faktor yang dipertimbangkan ketika akan membeli suatu barang adalah harga. Kehadiran netbook dengan harga yang jauh lebih murah bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin membeli komputer portabel. Harga netbook lebih murah karena gadget ini memiliki spesifikasi yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak dilengkapi dengan optical drive. Meskipun demikian, pengguna netbook tetap bisa menikmati fasilitas yang hampir sama dengan notebook, seperti Wi-Fi untuk akses internet, webcam untuk video chatting, bluetooth untuk transfer data, dan lain sebagainya. 


Kekurangan Netbook 

Di antara kelebihan-kelebihan yang ada pada netbook, varian komputer jinjing ini ternyata juga memiliki kekurangan. Adapun kekurangannya dapat diuraikan sebagai berikut: 

  • Periferal tidak lengkap 
Periferal yang menyusun netbook tidak selengkap notebook. Pada netbook tidak terdapat optical drive. Meskipun demikian, pengguna harus menggunakan optical drive eksternal apabila ingin melakukan transfer data dari dan juga ke kepingan CD dan DVD. Proses transfer data ke CD atau DVD dengan netbook tetap dimungkinkan karena perangkat nirkabel ini dilengkapi dengan beberapa port USB yang berfungsi sebagai konektor perangkat eksternal. 

  • Performa lebih lambat 
Dibandingkan dengan notebook, performa netbook lebih lambat. Hal ini disebabkan jenis processor yang digunakan pada netbook tidak secepat notebook. Selain itu, kapasitas RAM pada netbook juga lebih kecil dari notebook. Dengan performa yang lambat, netbook tidak bisa diandalkan untuk melakukan multitasking. Jika dipaksakan, akibatnya proses loading program sangat lambat sehingga membutuhkan waktu lebih lama, bahkan tidak jarang netbook justru mengalami hang sehingga harus di restart. Parahnya, netbook akan lebih cepat mengalami kerusakan apabila ‘dipaksa’ untuk melakukan pekerjaan berat. 

  • Ukuran layar lebih kecil mengakibatkan mata cepat lelah 
Layar netbook berukuran lebih kecil dari notebook. Meskipun telah didukung dengan resolusi tinggi, namun ukuran layar netbook yang kecil mengakibatkan mata cepat lelah. Mengapa demikian? Ketika Anda bekerja di depan netbook selama berjam-jam, tentu mata senantiasa terfokus pada layar. Ukuran layar yang mini ‘memaksa’ mata untuk memperhatikan konten yang ditampilkan pada permukaan secara lebih seksama, sehingga kerja mata menjadi terforsir. 

  • Ukuran keyboard lebih kecil, kurang nyaman untuk mengetik 
Jika Anda terbiasa menggunakan keyboard komputer desktop, tentu keyboard pada netbook membuat Anda kurang nyaman untuk bekerja terutama mengetik. Hal ini disebabkan ukuran keyboard netbook lebih kecil, dimana tombol-tombolnya tersusun lebih rapat. Ukuran keyboard yang kecil tentu disesuaikan dengan desain netbook yang kecil. 

Ketidaknyamanan menggunakan keyboard netbook akan sangat dirasakan bagi mereka yang memiliki ukuran jari tangan cukup besar. Selain menghambat proses pengetikan cepat, ukuran keyboard yang kecil juga memungkinkan kesalahan ketik sering terjadi.
Ukuran keyboard yang lebih kecil memang menjadi salah satu kekurangan dari netbook. Meskipun demikian, Anda bisa menyiasatinya dengan menggunakan keyboard komputer desktop yang dikoneksikan ke netbook melalui kabel USB. 


Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari notebook dan netbook, menurut Anda, mana yang terbaik diantara kedua varian komputer portabel tersebut? Penilaian mana yang terbaik tentulah sangat subjektif. Artinya, mana yang lebih Anda butuhkan, maka itulah yang terbaik.

Selamat memilih!

Rabu, Januari 09, 2013

Tips Menghemat Tinta Printer

Sumber: http://i.investopedia.com
Era serba digital seperti sekarang ini ternyata tidak menggeser kebutuhan akan cetak naskah atau dokumen. Cetak dokumen tetap menjadi suatu kebutuhan mulai dari aktivitas sekolah, kuliah, kantor, dan lainnya. Meskipun saat ini telah dikembangkan buku elektronik (ebook), namun buku cetak tetaplah dibutuhkan dan diminati. Selain itu, aktivitas di kampus berkenaan dengan pengerjaan tugas kuliah seperti makalah, laporan, proposal, bahkan skripsi harus dalam bentuk cetakan fisik (hard copy), bukan dokumen digital (soft copy).

Meningkatnya kebutuhan cetak dokumen berpengaruh pada kebutuhan akan tinta printer (cartridge) yang meningkat pula. Padahal harga cartridge tidaklah murah. Jika hanya untuk mencetak beberapa lembar dokumen saja, mungkin tidak menjadi masalah. Namun, ketika akan mencetak dokumen dalam jumlah banyak, barulah muncul masalah karena bisa terjadi pemborosan yang mengakibatkan tinta printer cepat habis. Konsekuensinya, tentu Anda harus sering-sering membeli tinta printer lagi meski dalam bentuk isi ulang (refill).

Jika Anda seorang mahasiswa apalagi sudah menginjak tahun akhir, maka kebutuhan akan tinta printer semakin meningkat. Anda tentu dibebani dengan banyak tugas termasuk membuat proposal penelitian yang bisa jadi harus dicetak berulang hingga memperoleh persetujuan dari dosen pembimbing. Agar kebutuhan cetak dokumen tidak menguras kantong, Anda bisa melakukan penghematan tinta printer. Untuk mengetahui caranya, simak tips-tips berikut ini.

Gunakan Mode Draft

Salah satu cara untuk menghemat tinta printer adalah mencetak dokumen menggunakan mode draft. Mode draft dikenal dengan proses pencetakan cepat (fast mode). Pencetakan dokumen dengan mode ini dapat berjalan dengan cepat. Sayangnya, kualitas hasil cetak menggunakan mode ini kurang bagus karena dokumen dicetak dengan tinta tipis.

Biasanya draft mode digunakan untuk kepentingan pra-cetak. Artinya, sebelum dilakukan pencetakan akhir terhadap dokumen, maka dilakukan uji coba cetak terlebih dahulu, sehingga tingkat kesalahan yang masih ada dalam dokumen dapat diminimalisir. Jika Anda lebih mengedepankan unsur penghematan dibandingkan dengan kualitas cetakan, maka bisa mencoba tips ini.

Anda bisa menggunakan draft mode untuk mencetak dokumen-dokumen yang tidak terlalu penting seperti tugas-tugas kuliah atau hasil pekerjaan untuk pegangan sendiri, bukan untuk diserahkan kepada dosen pembimbing, pimpinan, atau klien. Opsi mode draft bisa ditemukan di bagian Properties > Printing Shortcut > Print Quality > Fast Draft pada kotak dialog Print.

Gunakan Jenis Font yang Hemat Tinta

Kita tentu mengenal banyak sekali jenis font. Setiap font memiliki karakteristik tersendiri mulai dari bentuk karakter hingga ketebalan cetakannya. Berkenaan dengan hal tersebut, jenis font yang digunakan dalam dokumen berpengaruh pada penggunaan tinta printer. Penggunaan font dengan karakter huruf cetak lebih tebal cenderung boros tinta dibandingkan dengan font yang berkarakter huruf cetak lebih tipis.

Untuk menghemat penggunaan tinta printer, pilihlah jenis font yang irit tinta. Apa saja jenis font yang irit tinta itu? Tentunya yang memiliki karakter huruf cetak tipis. Salah satu di antaranya adalah Ecofont. Jenis font ini diciptakan oleh perusahaan komunikasi marketing SPRANQ. Jika dilihat dari karakter hurufnya, Ecofont dapat dikategorikan dalam jenis font Sans-Serif. Karakter huruf yang berlubang-lubang atau mirip rangkaian titik menjadikan jenis font ini mampu menghemat tinta printer ketika dokumen dicetak.

Ecofont bukanlah jenis font bawaan sistem operasi Windows. Jadi, untuk menggunakan jenis font ini, Anda harus menambahkannya dalam koleksi font yang sudah ada. Bagaimana caranya? Mudah saja, Anda hanya perlu mengunduhnya secara gratis dengan mengunjungi situs ini. Dengan hanya mengunduh Ecofont tentu tidak secara otomatis Anda bisa menggunakannya. Anda harus menginstalnya ke dalam sistem operasi komputer. Jika Anda menggunakan Windows, maka Anda hanya perlu menempatkan file Ecofont yang sudah diunduh ke folder Windows > Fonts. Folder tersebut umumnya dapat ditemukan pada drive C.

Mengatur Gambar Menjadi Lebih Terang (Brightness)

Dokumen tidak selalu hanya berupa teks, tetapi terkadang juga dilengkapi dengan gambar. Keberadaan gambar dalam dokumen menyita cukup banyak tinta pada saat dokumen tersebut dicetak. Jika dalam dokumen Anda terdapat beberapa gambar, maka bisa terjadi pemborosan tinta ketika proses pencetakan berlangsung.

Mau menghilangkan gambar agar pencetakan lebih irit tinta? Jika gambar dalam dokumen dirasa tidak terlalu penting, bisa saja dihilangkan atau dihapus. Namun, bagaimana jika gambar tersebut memiliki peran penting yang mendukung konten dokumen secara keseluruhan? Tentu tidak bisa dihapus begitu saja. Lantas, bagaimana caranya agar pencetakan lebih hemat tinta?

Aturlah tingkat brightness gambar sehingga menjadi lebih terang. Gambar yang memiliki warna solid dalam arti tampak lebih gelap cenderung membutuhkan lebih banyak tinta untuk mencetaknya. Sebaliknya, gambar yang lebih terang atau tampak transparan cederung lebih irit tinta untuk mencetaknya.

Seleksi Bagian Dokumen yang Akan Dicetak

Sebuah dokumen teks tentu terdiri dari beberapa paragraf yang kontennya saling terkait dan berkesinambungan. Namun, jika Anda hanya membutuhkan beberapa paragraf untuk dicetak, maka Anda tidak perlu mencetak seluruh dokumen. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menghemat penggunaan tinta printer Anda.

Lantas, bagaimana dengan bagian lain dari dokumen yang tidak akan dicetak? Apakah harus ditutup dengan kotak virtual atau diubah warna fontnya menjadi putih sehingga tidak ikut tercetak? Anda tidak perlu repot dengan hal-hal tersebut. Untuk mencetak bagian tertentu dari dokumen, Anda hanya perlu menyeleksi bagian tersebut lalu mulailah proses mencetak. Namun perlu diperhatikan bahwa untuk mencetak bagian yang terseleksi, pastikan Anda mengaktifkan opsi Print Selection. Artinya, mesinprinter hanya diperintahkan untuk mencetak bagian teks dalam dokumen yang terseleksi saja. Hasilnya, bagian yang terseleksi saja yang akan tercetak. Lebih irit bukan?

Gunakan Grayscale

Sebelum mencetak dokumen, Anda dimungkinkan untuk mengatur printer setting agar hasil cetakan sesuai dengan yang diinginkan. Dalam konteks penghematan tinta printer, Anda bisa mengubah setting Color menjadi Grayscale. Pengaturan opsi warna dari normal menjadi grayscaledimaksudkan untuk mengubah warna cetakan dari hitam solid menjadi keabu-abuan. Dengan demikian, tinta yang digunakan untuk mencetak dokumen menjadi lebih hemat.

Gunakan Print Preview

Penggunaan print preview turut memberikan sumbangsih terhadap upaya menghemat tinta printer, meski tidak berkaitan langsung dengan penggunaan tinta. Print preview merupakan cerminan dari hasil cetakan. Berkenaan dengan hal tersebut, sebelum mencetak dokumen, ada baiknya jika Anda melihat tampilan dokumen dalam mode pra-cetak (print preview). Hal ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan posisi konten dokumen secara keseluruhan. Jika dalam mode print preview terlihat posisi konten dokumen kurang pas atau bahkan masih terdapat salah ketik dan lain sebagainya, maka Anda bisa memperbaiki sebelum mencetaknya.

Bayangkan jika Anda membuat dokumen dan langsung mencetaknya tanpa mengecek konten secara keseluruhan dalam mode print preview. Setelah hasil cetakan diperoleh ternyata masih terdapat kesalahan di sana-sini misalnya salah ketik, posisi tabel terpotong, letak gambar tidak proporsional, dan lain sebagainya. Anda tentu harus memperbaiki kesalahan tersebut dan mencetak ulang dokumen. Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip penghematan tinta printer. Oleh sebab itulah, untuk menghindari pencetakan berulang akibat kesalahan-kesalahan tersebut, pastikan Anda telah mengecek dokumen secara keseluruhan dalam mode print preview sebelum mencetaknya.

Cetak Dua Halaman dalam Satu Lembar Kertas

Tips menghemat tinta printer lainnya yang bisa Anda coba adalah mencetak dua halaman dalam satu lembar kertas. Bagaimana bisa, bukankah pencetakan dua halaman dokumen dalam satu lembar kertas hanya akan menghemat kertas saja? Mungkin pertanyaan tersebut muncul dalam benak Anda.

Penjelasannya sederhana, dua halaman dokumen yang dicetak dalam satu lembar kertas mengalami proses kompresi dokumen. Artinya, ukuran font dan spasi teks dalam dokumen yang awalnya berukuran standar sesuai dengan setup yang ditentukan menjadi lebih kecil. Pencetakan dokumen dengan ukuran font kecil dan spasi teks rapat lebih menghemat tinta dibandingkan pencetakan dokumen dengan ukuran font besar. Di samping itu, proses pencetakan dokumen dengan ukuran font kecil lebih cepat.

Untuk mencetak dua halaman dokumen dalam satu lembar kertas, pastikan Anda mengaktifkan opsi 2 Pages Per Sheet pada kotak pengaturan Print. Dengan demikian, mesin printer akan mencetak setiap dua halaman dokumen dalam satu lembar kertas.

Di tengah-tengah kebutuhan hidup yang semakin banyak dan biaya hidup yang semakin tinggi, tentunya perlu dilakukan penghematan, termasuk dalam penggunaan tinta printer. Hemat tinta berarti juga hemat cartridge. Pengisian ulang tinta yang terlalu sering bisa memicu kerusakan cartridge. Jika penggunaan tinta dapat dihemat, maka pengisian ulang tinta tidak perlu sering-sering dilakukan, sehingga memperkecil risiko kerusakan cartridge. Semakin hemat bukan?

Selasa, Januari 08, 2013

Tips Mudah Meningkatkan Performa Komputer

Sumber: http://mintywhite.com
Di era teknologi yang serba digital seperti sekarang ini, keberadaan komputer tidak lagi menjadi suatu barang mewah, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Tidak sedikit jenis pekerjaan yang mengandalkan komputer, bahkan dapat dipastikan hampir semua sektor kehidupan membutuhkan peran dan fungsi dari alat canggih tersebut. 


Seiring dengan perkembangannya, komputer yang beredar di pasaran juga semakin bervariasi, mulai dari desktop, notebook, netbook, hingga PC tablet. Secara umum beragam jenis komputer tersebut memiliki fungsi yang sama, yakni mempermudah pekerjaan sehingga dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. Selain itu, komputer juga digunakan untuk memudahkan kita mengakses beragam informasi dari berbagai belahan dunia melalui jaringan internet. Untuk fungsi yang satu ini tentunya diperlukan tool lain yang disebut dengan modem.

Kita sepakat bahwa komputer merupakan alat yang canggih. Namun, secanggih apapun komputer jika tidak dipelihara dengan baik, maka kecanggihannya tidak dapat memberikan faedah secara maksimal. Pemeliharaan komputer secara rutin penting dilakukan agar alat canggih ini senantiasa memiliki performa yang baik. Sebaliknya, apabila komputer kurang diperhatikan ‘kesehatannya’, maka jangan kaget jika muncul banyak gangguan, seperti sistem error, performa lambat, sering hang, program tidak merespon (not responding), tiba-tiba restart atau bahkan mati, dan lain sebagainya. Beragam gangguan pada komputer tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya serangan virus, file-file sampah yang memenuhi hard disk, keberadaan malware, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Performa komputer yang terganggu jelas akan berpengaruh pada kelancaran pelaksanaan tugas-tugas harian. Jika tidak segera diatasi, gangguan-gangguan pada komputer dapat menimbulkan dampak yang lebih serius, seperti kerusakan hard disk dan juga hilangnya file-file penting yang tersimpan di dalamnya. Untuk menghindari resiko tersebut dan menjaga agar performa komputer tetap optimal, maka perlu dilakukan pemeliharaan (maintenance) secara rutin. Bagaimana caranya?
Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memelihara komputer sehingga terhindar dari gangguan-gangguan yang tidak diinginkan.

Optimalisasi Disk

Setiap orang pastinya menginginkan agar komputernya memiliki performa yang optimal bahkan maksimal. Namun, kenyataan yang mungkin dihadapi justru kebalikannya, yakni performa komputer lambat. Hal ini bisa disebabkan oleh file-file yang tersimpan dalam hard disk terfragmentasi. Fragmentasi merupakan proses pemecahan file. Lantas, kapan tepatnya file-file tersebut membelah?

Fragmentasi terjadi setiap waktu ketika Anda menyimpan, menyunting, atau bahkan menghapus file yang tersimpan dalam hard disk. Sebuah hard disk komputer umumnya terbagi menjadi beberapa partisi (drive) sebagai media penyimpanan file. Ketika Anda menyunting sebuah file dan menyimpannya kembali, dimungkinkan bahwa file tersebut terpecah menjadi beberapa keping dengan ukuran sama yang pecahannya bisa tersimpan pada drive yang sama atau bahkan drive lainnya. Pecahan file ini merupakan file yang sudah rusak. Banyaknya file yang terfragmentasi menyebabkan komputer harus bekerja ekstra untuk memperbaiki atau menyimpannya. Oleh sebab itulah, kinerja komputer menjadi lambat terutama saat melakukan operasi yang berkaitan dengan media penyimpanan. Parahnya, pecahan-pecahan file tersebut tidak dapat dilihat secara kasat mata sehingga tidak mudah dideteksi, apalagi dibuang ke recycle bin.

Gangguan ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan saat bekerja. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan optimalisasi disk. Bagaimana caranya? Anda hanya perlu menata ulang setiap ‘ruang’ dalam hard disk dengan melakukan defragmentasi disk.

Defragmentasi disk merupakan proses penataan ulang dan penggabungan file-file yang terfragmentasi dalam hard disk. Untuk memberikan gambaran yang lebih mudah, hard disk dapat dianalogikan sebagai sebuah ruang atau kamar tidur. Di dalam ruang tersebut tentunya banyak tersimpan barang misalnya, mainan, buku, hiasan dinding, lemari baju, tempat tidur, meja belajar, kursi, peralatan make up, dan lain sebagainya. Bayangkan jika kondisi ruang tersebut berantakan, dimana barang-barang seperti mainan, buku, dan baju berserakan di lantai bahkan menempati posisi yang tidak semestinya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ruang tidur seolah penuh sesak dengan barang, padahal sebenarnya tidak. Barang-barang yang berserakan inilah yang mencerminkan file-file terfragmentasi. Agar ruang tidur tampak lebih lega, maka Anda harus mengatur dan menyatukan kembali barang-barang yang berserakan pada tempatnya semula. Baju disimpan dalam lemari, buku ditata pada rak, mainan dimasukkan dalam kotak, dan lain sebagainya. Hasilnya, ruang tidur akan tampak lebih rapi, bersih, dan terkesan lebih luas. Sama halnya dengan hard disk, jika Anda menata ulang dan menyatukan kembali file-file yang terfragmentasi, maka ruang kosong dalam hard disk akan lebih luas. Akibatnya, performa komputer tidak lagi lambat.
Tool yang digunakan untuk melakukan defragmentasi disk disebut disk defragmenter. Bagi pengguna sistem operasi berbasis Windows bisa berlega hati karena sistem operasi tersebut telah menyediakan tool Disk Defragmenter. Anda bisa mengatur jadwal penataan ulang hard disk secara periodik, sehingga proses defragmentasi disk dapat berjalan secara otomatis. Jika Anda ingin menggunakan tool disk defragmenter lain juga bisa mulai dari yang berbayar hingga gratis misalnya Norton SpeedDisk, Diskeeper, Perfect Disk, Disk Defrag, My Defrag, Defraggler, dan lain sebagainya.

Mendeteksi dan Memperbaiki Disk Error

Apa itu disk error? Disk error atau kerusakan disk merupakan salah satu jenis gangguan pada komputer yang disebabkan oleh adanya bad sector pada hard disk. Seperti halnya dengan file-file yang terfragmentasi, gangguan disk error ini juga mengakibatkan performa komputer mengalami penurunan.
Setiap akibat pastilah ada sebabnya, demikian berlaku sebaliknya. Lantas, apa yang menyebabkan munculnya bad sector pada hard disk? Banyak hal yang menyebabkan munculnya bad sector, sebut saja proses mematikan komputer tanpa melalui jalur shut down, listrik padam tiba-tiba, dan juga tegangan listrik yang tidak stabil. Di samping itu, faktor usia (life time) hard disk juga turut mempengaruhi munculnya bad sector.

Untuk memelihara hard disk agar tidak mengalami kerusakan semakin parah, perlu dilakukan pendeteksian dan perbaikan terhadap disk error. Caranya adalah dengan melakukan error checking (pengecekan kesalahan). Pengecekan kesalahan atau kerusakan memungkinkan dilakukannya perbaikan beragam masalah seperti sektor rusak, kehilangan cluster, dan kesalahan direktori.

Pada sistem operasi Windows terdapat tool yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan memperbaiki kondisi hard disk. Anda bisa menemukan dan langsung menggunakan tool ini melalui tombol Start > Computer > Properties > Tools > Error-checking. Pengecekan kesalahan yang dilakukan secara rutin dapat mengatasi gangguan yang berkaitan dengan hard disk dan mampu meningkatkan kinerja komputer secara optimal.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan ketika melakukan error checking adalah jangan menggunakan komputer untuk mengerjakan tugas apapun. Proses error checking akan memperoleh hasil maksimal apabila komputer tidak digunakan. Jangka waktu berjalannya proses error checking tergantung pada ukuran kapasitas hard disk komputer. Semakin besar ukuran kapasitas hard disk, maka jangka waktu berjalannya proses error checking semakin lama. Demikian pula sebaliknya.

Ketika melakukan error checking, Anda akan dihadapkan pada 2 (dua) opsi, yakni Automatically fix file system errors dan Scan for and attempt recovery of bad sectors. Setiap opsi memiliki fungsi berbeda yang masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:


  • Automatically fix file system errors: opsi ini digunakan untuk mendeteksi kerusakan file dan folder, tetapi tidak memperbaiki kerusakan tersebut. 
  • Scan for and attempt recovery of bad sectors: opsi ini digunakan untuk memindai disk dari segala kesalahan atau kerusakan secara lebih seksama dan berusaha memperbaikinya. 
Anda bisa memilih salah satu dari kedua opsi sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, Anda juga bisa mengaktifkan kedua opsi tersebut apabila ingin memperoleh hasil yang maksimal.

Melakukan Disk Clean Up

Pada prinsipnya merawat dan memelihara komputer bukanlah pekerjaan yang sulit. Namun, kesibukan yang menguras waktu dan tenaga sering kali menyebabkan kita tidak sempat untuk memelihara komputer agar performanya tetap terjaga, bahkan hanya sekedar menghapus file-file yang sudah tidak terpakai lagi. Keberadaan file-file yang bersifat sementara (temporary file) tentunya menyita ruang kosong dalam hard disk. Artinya hard disk menjadi penuh dengan file-file yang bisa dikatakan tidak penting. Jika dibiarkan kondisi ini akan bermuara pada menurunnya performa komputer.


Cara paling efektif untuk mengatasi permasalahan berupa menumpuknya temporary files dalam hard disk adalah dengan membersihkan disk (disk clean up). Aktivitas ini bermanfaat untuk mengurangi jumlah file yang sudah tidak dibutuhkan lagi dalam hard disk. Pengurangan tersebut menjadikan ruang kosong dalam hard disk lebih besar sehingga performa komputer lebih cepat.


Untuk melakukan pekerjaan pembersihan disk, Anda bisa menggunakan tool Disk Clenup. Jika Anda pengguna sistem operasi Windows, Anda bisa menggunakan tool ini secara gratis. Disk Cleanup berfungsi untuk menghapus file-file yang bersifat sementara, mengosongkan recycle bin, dan menghapus beragam file-file sistem yang tidak dibutuhkan lagi.

Tool untuk membersihkan disk tidak hanya Disk Cleanup bawaan dari sistem operasi Windows, tetapi banyak software lain yang bisa digunakan. Sebut saja DiskMax, Wise Disk Cleaner, CCleaner, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui keunggulan dari masing-masing software, tentu Anda harus mencobanya.


Performa komputer yang baik bisa menunjang performa kerja . Oleh sebab itu, sesibuk apapun, luangkan waktu untuk selalu memelihara komputer Anda.


Sumber: http://mjeducation.co/tips-mudah-meningkatkan-performa-komputer/

Minggu, Januari 06, 2013

Trik Jitu Mempersiapkan Skripsi Dengan Mudah

Sumber: http://www.radionorthland.org
Tahun-tahun terakhir di perguruan tinggi sering kali menjadi ‘momok’ bagi kebanyakan mahasiswa. Mengapa demikian? Menjelang berakhirnya masa kuliah, banyak sekali tugas yang harus dihadapi oleh mahasiswa baik Strata 1 (S1) maupun Strata 2 (S2), salah satu di antaranya adalah penulisan skripsi bagi mahasiswa S1 dan tesis bagi mahasiswa S2.

Skripsi/tesis dirasakan oleh mahasiswa sebagai ujian terberat yang mau tidak mau harus dijalani dengan sukses untuk memperoleh gelar sarjana. Siap atau tidak siap, setiap mahasiswa di tahun akhir wajib menghadapi skripsi/tesis. Jika ingin lulus cepat, maka segeralah susun skripsi/tesis Anda. Namun jika tidak, bersiaplah untuk memperoleh gelar ‘mahasiswa abadi’ di kampus Anda. Tentunya Anda tidak menginginkan gelar tersebut bukan?

Saat ini memang telah banyak universitas dan sekolah tinggi yang membuka jalur skripsi dan non skripsi. Namun keduanya tentu memiliki konsekuensi pertanggungjawaban tersendiri atas ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Pada jalur skripsi sudah jelas bahwa mahasiswa harus menyusun skripsi untuk memperoleh gelar sarjana. Sementara pada jalur non skripsi, mahasiswa harus mengikuti mata kuliah pengganti yang menunjang keahlian dan mengikuti ujian untuk setiap mata kuliah. Selain itu, lulusan jalur non skripsi umumnya terkendala jika ingin melanjutkan ke jenjang program S2, karena tidak semua universitas memiliki kebijakan sama dalam penerimaan mahasiswa program tersebut. Apapun jalurnya, penyusunan skripsi/tesis merupakan salah satu perwujudan dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni:

1.     Pendidikan dan pengajaran
2.     Penelitian dan pengembangan
3.     Pengabdian pada masyarakat

Kembali pada penyusunan dan penulisan skripsi/tesis, proses ini dinilai penting karena pada prinsipnya lulusan S1/S2 dipersiapkan sebagai tenaga ahli yang harus memiliki pengalaman dalam penelitian. Berkenaan dengan hal tersebut, penyusunan skripsi/tesis sebenarnya tidaklah menakutkan seperti yang selama ini dibayangkan oleh kebanyakan mahasiswa. Istilah ‘menakutkan’ tersebut hanya akan berlaku bagi mahasiswa yang tidak memiliki persiapan, sedangkan bagi mahasiswa yang telah siap, maka akan menghadapi proses tersebut dengan mudah.

Penyusunan dan penulisan skripsi/tesis merupakan rangkaian proses yang saling berkesinambungan untuk menghasilkan suatu karya tulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sebagai suatu proses tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, minimal 3 (tiga) bulan, jika pada setiap tahapan berjalan dengan lancar. Adapun tahapan dalam proses penyusunan dan penulisan skripsi/tesis dapat ditunjukkan melalui skema berikut ini.


Dari skema di atas tampak bahwa penyusunan skripsi/tesis merupakan proses yang cukup panjang. Apa yang harus dilakukan agar memiliki persiapan matang untuk menyusun skripsi/tesis? Secara prinsip, persiapan yang diperlukan mencakup 3 (tiga) faktor yakni kognitif, psikologis, dan finansial yang masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:

·       Kognitif

Penyusunan dan penulisan skripsi/tesis tentunya membutuhkan pemikiran yang berbasis ilmu pengetahuan. Artinya, materi yang akan disajikan mencakup permasalahan, teori yang mendasari, dan juga penyelesaian atas permasalahan yang diangkat haruslah dipandang dari sudut pengetahuan faktual yang empiris.

Anda dituntut memiliki gambaran jelas mengenai topik permasalahan yang akan diteliti dan dikaji. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menguasai intisari dari skripsi/tesis sehingga nantinya lebih mudah dalam mempresentasikan dan ‘memprovokasi’ dosen pembimbing untuk menyetujui topik tersebut.

·       Psikologis

Kesiapan secara kognitif tidak akan berarti jika tidak didukung dengan kesiapan psikologis. Sebagai contoh misalnya, Anda telah memahami dan menguasai permasalahan yang akan diangkat menjadi topik dalam skripsi/tesis, namun Anda tidak memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk mempresentasikannya di depan dosen pembimbing. Apa yang akan terjadi? Anda tidak akan bisa meyakinkan dosen pembimbing Anda bahwa topik tersebut menarik dan layak untuk diteliti serta dikaji lebih lanjut. Hasilnya, pemahaman dan penguasaan Anda secara kognitif terhadap materi skripsi/tesis akan sia-sia. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Artinya, jika Anda hanya memiliki keberanian dan kepercayaan diri tetapi tidak didukung dengan kesiapan secara kognitif, maka proses penyusunan dan penulisan skripsi/tesis Anda tidak akan mengalami kemajuan apalagi mencapai finish.

·       Finansial

Anda siap secara kognitif dan psikologis, namun tidak memiliki biaya untuk mendanai proses penyusunan dan penulisan skripsi/tesis, sama juga bohong. Tanpa dana, tentunya proses tersebut tidak dapat dijalankan. Dana dibutuhkan untuk membiayai setiap lembar kertas yang digunakan  mencetak hasil pemikiran Anda baik dalam bentuk proposal maupun rangkaian bab, proses penelitian, pengolahan data, hingga persiapan materi presentasi saat pendadaran skripsi atau pembelaan tesis. Selain itu, biaya penjilidan skripsi/tesis juga perlu Anda siapkan.

Bagaimana mempersiapkan ketiga faktor tersebut dengan mudah? Anda tidak perlu khawatir, berikut ini akan disajikan trik-trik agar Anda memiliki persiapan matang dalam proses penyusunan dan penulisan skripsi/tesis.

1.  Pilih Topik yang Diminati

Apa jadinya jika Anda dihadapkan pada makanan yang tidak Anda sukai? Tentu Anda tidak memiliki selera untuk memakannya. Demikian pula halnya dengan pemilihan topik skripsi/tesis. Pilihlah topik yang Anda minati.

Minat dapat dipahami sebagai kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Adanya minat terhadap suatu objek akan memberikan dorongan positif yang kuat untuk mengetahui seluk beluk objek tersebut. Ketika menghadapi suatu objek yang sangat diminati, maka Anda akan bersemangat untuk ‘menguliti’ objek tersebut.

Penyusunan dan penulisan skripsi/tesis merupakan suatu rangkaian proses yang saling terkait. Dari awal hingga akhir proses tersebut, Andalah yang bertindak sebagai subjek, dimana Anda harus menemukan permasalahan atas topik yang dipilih, membangun landasan teori, menentukan metode penelitian, melakukan penelitian, mengolah data penelitian, memecahkan permasalahan yang ada berdasarkan hasil penelitian, dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian tersebut. Jika Anda mengambil topik yang tidak diminati, maka Anda sendiri yang akan mengalami kesulitan selama proses penyusunan dan penulisan skripsi/tesis. Berbeda apabila topik yang Anda pilih sesuai dengan minat Anda, maka setiap tahapan dalam proses skripsi/tesis akan dapat dilalui dengan lebih mudah.
  
2.  Lakukan Survei Pendahuluan

Secara prinsip suatu proses apapun dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dalam konteks penyusunan skripsi/tesis juga tidak lepas dari faktor kedua faktor tersebut. Khusus untuk faktor eksternal, Anda bisa saja menghadapi keterbatasan literatur, keterbatasan waktu konsultasi dengan dosen pembimbing, penolakan dari responden, dan lain sebagainya. Beragam faktor tersebut tentunya tidak bisa Anda kendalikan. Meskipun demikian, setidaknya Anda dapat mengantisipasi agar faktor-faktor tersebut tidak menjadi kendala. Bagaimana caranya? Lakukan survei pendahuluan.

Secara teknis survei pendahuluan dapat dilakukan dengan wawancara dan observasi sederhana terhadap faktor-faktor yang berkaitan dengan proses penyusunan dan penulisan skripsi/tesis. Survei pendahuluan tersebut tentunya dilakukan secara non-formal sebatas untuk memperoleh informasi berkenaan dengan setiap tahapan yang akan dilakukan.

3.  Lakukan Pendekatan Dengan Dosen Pembimbing

Kebijakan terhadap penentuan dosen pembimbing pada setiap kampus tidak selalu sama. Ada yang sudah ditentukan, dan ada pula yang memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih sendiri dosen pembimbingnya.

Jika dalam kampus Anda berlaku kebijakan yang pertama, yakni dosen pembimbing sudah ditentukan, maka cobalah untuk melakukan pendekatan dengan dosen pembimbing. Pendekatan ini bertujuan untuk mengetahui karakter dari dosen pembimbing tersebut, mencakup sifat, kebiasaan, kegemaran, dan juga hal-hal yang tidak disukai. Secara umum dosen pembimbing akan lebih menyukai mahasiswa yang aktif, cerdas, kritis, disiplin, dan tepat waktu. Apabila Anda menerapkan hal-hal tersebut, dosen pembimbing yang terkenal ‘killer’ sekalipun akan rela dan senang membimbing Anda.

Sementara bagi Anda yang memiliki kebebasan untuk memilih dosen pembimbing, ada trik tersendiri. Untuk memperoleh pembimbingan skripsi/tesis yang maksimal, pilihlah dosen pembimbing yang memiliki ‘jam terbang’ standar. Artinya, dosen pembimbing tidak disibukkan dengan aktivitas baik di dalam maupun di luar kampus. Selain itu, jumlah mahasiswa yang dibimbing tidak terlalu banyak. Dengan begitu, dosen pembimbing akan memiliki waktu lebih banyak untuk memberikan bimbingan skripsi/tesis, sehingga proses yang nantinya Anda lalui tidak akan mengalami banyak hambatan.

4.  Konsultasikan Judul yang Dipilih Dengan Dosen Pembimbing

Perbedaan persepsi mengenai topik skripsi/tesis antara mahasiswa dengan dosen pembimbing bisa jadi menimbulkan komunikasi yang salah di antara keduanya. Untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing mengenai judul yang dipilih.

Perlu Anda sadari bahwa dosen pembimbing bukanlah orang yang maha pintar dan maha mengetahui segala permasalahan. Meskipun demikian, jangan pula Anda meremehkan kemampuan mereka secara intelektual dan empiris. Anda hanya butuh rasa percaya diri ketika berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Ada baiknya jika Anda memberikan penjelasan singkat mengenai judul tersebut dan permasalahan yang akan dikaji. Hal ini dimaksudkan agar dosen pembimbing memiliki persepsi dan sudut pandang yang sama dengan Anda mengenai judul dan permasalahan yang diajukan. Jangan pernah takut untuk berargumen meski di depan dosen pembimbing, karena dari kemampuan berargumen itulah dosen pembimbing bisa menilai kapasitas Anda dalam memahami permasalahan dari judul yang dikonsultasikan.

5.  Siapkan Literatur yang Dibutuhkan

Ketika menentukan judul, pastikan bahwa judul tersebut didukung dengan teori-teori yang mudah ditemukan di beragam literatur baik buku, jurnal, artikel, dan lain sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar pada saat penyusunan landasan teori, Anda tidak mengalami kesulitan menemukan teori-teori pendukung judul yang dipilih.
Literatur yang dipersiapkan sejak awal akan memberikan manfaat bagi Anda, di antaranya adalah:

  • Anda akan merasa lebih tenang karena telah menemukan bahan atau sumber untuk menyusun landasan teori berkenaan dengan permasalahan dari judul yang akan dikaji lebih dalam.
  • Anda bisa menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai permasalahan yang dikaji dengan membaca beragam literatur tersebut.
  • Anda bisa memperoleh gambaran mengenai beragam permasalahan dan solusinya terkait dengan judul skripsi/tesis Anda.
6.  Siapkan Dana

Ketersediaan dana menjadi salah satu faktor yang turut berperan dalam memberikan tekanan pada mahasiswa. Banyak mahasiswa yang menginginkan agar penyusunan skripsi/tesis berbiaya rendah. Namun, seringkali rencana tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga dana yang telah disiapkan tidak cukup untuk membiayai seluruh proses penyusunan skripsi/tesis.

Lantas, bagaimana caranya memperoleh tambahan dana atau setidaknya menghemat biaya skripsi/tesis? Proses penyusunan skripsi/tesis memang membutuhkan konsentrasi. Namun, untuk memenuhi kebutuhan dana, Anda bisa mencari pekerjaan paruh waktu,  misalnya saja memberi les tambahan siswa SD atau SMP secara privat.

Segala sesuatu jika dipersiapkan dengan baik umumnya akan memperoleh hasil yang baik juga. Demikian pula halnya dengan penyusunan dan penulisan skripsi/tesis. Oleh sebab itu, persiapkan dengan matang skripsi/tesis Anda agar dapat mencapai hasil yang diinginkan.
Sumber: http://mjeducation.co/trik-jitu-mempersiapkan-skripsi-dengan-mudah/ 

Membuat Blog

Sumber: www.viovio.com
Setiap blog hosting senantiasa mengembangkan inovasi dan melengkapi fitur-fitur layanannya. Berkenaan dengan hal tersebut, tidak mengherankan jika ditemukan adanya perubahan pada tampilan user interface halaman blog. Pada prinsipnya perubahan tersebut tidaklah menyeluruh, tetapi hanya perbaikan dan penyempurnaan saja. Meskipun demikian, tidak jarang perubahan tersebut menimbulkan kebingungan terutama bagi para blogger baru (newbie).

Perubahan yang cukup signifikan juga dilakukan oleh blog hosting Blogger.com. Banyak blogger pemula yang bingung dengan perubahan tampilan halaman situs tersebut, sehingga mereka kesulitan untuk membuat blog baru. Pada tampilan lama terdapat tombol Get Started untuk memulai pembuatan blog baru, namun kini tombol tersebut tidak tersedia lagi. Lantas, bagaimana cara membuat blog baru di Blogger.com?

Sebenarnya pembuatan blog baru di situs Blogger.com tidaklah sulit, justru lebih sederhana. Pengguna hanya perlu melakukan sign in ke akun Google yang telah dimilikinya. Untuk lebih jelasnya, langsung saja simak langkah-langkah panduan berikut:

1.   Pastikan Anda telah membuka halaman situs Blogger.com.
2.   Masukkan email dan password yang Anda miliki pada kotak teks yang tersedia.
3.   Setelah itu tekanlah tombol Sign in.
4.   Seketika Anda telah masuk ke halaman Welcome to Blogger, langsung saja klik tombol 
      Create a limited Blogger profile.


5.   Di halaman berikutnya, ketikkan nama untuk tampilan blog Anda pada kotak teks Display 
      Name, lalu tekan tombol Continue to Blogger.


6.   Dalam waktu sekejap Anda telah berada di halaman akun blog. Untuk membuat blog baru, 
      klik tombol New Blog.


7.   Kini Anda dihadapkan pada sebuah kotak dialog Blogs List > Create a new blog.    
      Ketikkan judul dan alamat blog serta sekaligus tentukan pula template blog Anda.


8.   Jika sudah, klik tombol Create blog!.
9.   Anda akan kembali ke halaman akun blog yang di dalamnya telah muncul judul blog yang 
      baru saja dibuat. Untuk melihat tampilan blog Anda, tekanlah tombol View blog.


10. Secara otomatis halaman blog yang telah dibuat langsung meluncur ke hadapan Anda.



Bagaimana? Mudah bukan? Selamat mencoba ya...:)