![]() |
| Sumber: http://www.radionorthland.org |
Tahun-tahun terakhir di perguruan tinggi sering kali menjadi ‘momok’ bagi
kebanyakan mahasiswa. Mengapa demikian? Menjelang berakhirnya masa kuliah, banyak
sekali tugas yang harus dihadapi oleh mahasiswa baik Strata 1 (S1) maupun
Strata 2 (S2), salah satu di antaranya adalah penulisan skripsi bagi mahasiswa
S1 dan tesis bagi mahasiswa S2.
Skripsi/tesis dirasakan oleh mahasiswa sebagai ujian terberat yang mau
tidak mau harus dijalani dengan sukses untuk memperoleh gelar sarjana. Siap
atau tidak siap, setiap mahasiswa di tahun akhir wajib menghadapi
skripsi/tesis. Jika ingin lulus cepat, maka segeralah susun skripsi/tesis Anda.
Namun jika tidak, bersiaplah untuk memperoleh gelar ‘mahasiswa abadi’ di kampus
Anda. Tentunya Anda tidak menginginkan gelar tersebut bukan?
Saat ini memang telah banyak universitas dan sekolah tinggi yang membuka
jalur skripsi dan non skripsi. Namun
keduanya tentu memiliki konsekuensi pertanggungjawaban tersendiri atas ilmu
pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Pada jalur skripsi sudah jelas
bahwa mahasiswa harus menyusun skripsi untuk memperoleh gelar sarjana.
Sementara pada jalur non skripsi, mahasiswa harus mengikuti mata kuliah
pengganti yang menunjang keahlian dan mengikuti ujian untuk setiap mata kuliah.
Selain itu, lulusan jalur non skripsi umumnya terkendala jika ingin melanjutkan
ke jenjang program S2, karena tidak semua universitas memiliki kebijakan sama
dalam penerimaan mahasiswa program tersebut. Apapun jalurnya, penyusunan
skripsi/tesis merupakan salah satu perwujudan dari Tri Darma Perguruan Tinggi,
yakni:
1.
Pendidikan dan pengajaran
2.
Penelitian dan pengembangan
3.
Pengabdian pada masyarakat
Kembali pada penyusunan dan penulisan skripsi/tesis, proses ini dinilai
penting karena pada prinsipnya lulusan S1/S2 dipersiapkan sebagai tenaga ahli
yang harus memiliki pengalaman dalam penelitian. Berkenaan dengan hal tersebut,
penyusunan skripsi/tesis sebenarnya tidaklah menakutkan seperti yang selama ini
dibayangkan oleh kebanyakan mahasiswa. Istilah ‘menakutkan’ tersebut hanya akan
berlaku bagi mahasiswa yang tidak memiliki persiapan, sedangkan bagi mahasiswa
yang telah siap, maka akan menghadapi proses tersebut dengan mudah.
Penyusunan dan penulisan skripsi/tesis merupakan rangkaian proses yang
saling berkesinambungan untuk menghasilkan suatu karya tulis yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sebagai suatu proses tentunya membutuhkan
waktu yang tidak sebentar, minimal 3 (tiga) bulan, jika pada setiap tahapan
berjalan dengan lancar. Adapun tahapan dalam proses penyusunan dan penulisan
skripsi/tesis dapat ditunjukkan melalui skema berikut ini.
Dari skema di atas tampak bahwa penyusunan skripsi/tesis merupakan proses
yang cukup panjang. Apa yang harus dilakukan agar memiliki persiapan matang
untuk menyusun skripsi/tesis? Secara prinsip, persiapan yang diperlukan
mencakup 3 (tiga) faktor yakni kognitif, psikologis, dan finansial yang masing-masing
dapat dijelaskan sebagai berikut:
· Kognitif
Penyusunan dan penulisan
skripsi/tesis tentunya membutuhkan pemikiran yang berbasis ilmu pengetahuan.
Artinya, materi yang akan disajikan mencakup permasalahan, teori yang
mendasari, dan juga penyelesaian atas permasalahan yang diangkat haruslah
dipandang dari sudut pengetahuan faktual yang empiris.
Anda dituntut memiliki
gambaran jelas mengenai topik permasalahan yang akan diteliti dan dikaji.
Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menguasai intisari dari skripsi/tesis
sehingga nantinya lebih mudah dalam mempresentasikan dan ‘memprovokasi’ dosen
pembimbing untuk menyetujui topik tersebut.
· Psikologis
Kesiapan secara kognitif
tidak akan berarti jika tidak didukung dengan kesiapan psikologis. Sebagai
contoh misalnya, Anda telah memahami dan menguasai permasalahan yang akan
diangkat menjadi topik dalam skripsi/tesis, namun Anda tidak memiliki
keberanian dan kepercayaan diri untuk mempresentasikannya di depan dosen
pembimbing. Apa yang akan terjadi? Anda tidak akan bisa meyakinkan dosen
pembimbing Anda bahwa topik tersebut menarik dan layak untuk diteliti serta
dikaji lebih lanjut. Hasilnya, pemahaman dan penguasaan Anda secara kognitif
terhadap materi skripsi/tesis akan sia-sia. Hal ini juga berlaku sebaliknya.
Artinya, jika Anda hanya memiliki keberanian dan kepercayaan diri tetapi tidak
didukung dengan kesiapan secara kognitif, maka proses penyusunan dan penulisan
skripsi/tesis Anda tidak akan mengalami kemajuan apalagi mencapai finish.
· Finansial
Anda siap secara
kognitif dan psikologis, namun tidak memiliki biaya untuk mendanai proses
penyusunan dan penulisan skripsi/tesis, sama juga bohong. Tanpa dana, tentunya
proses tersebut tidak dapat dijalankan. Dana dibutuhkan untuk membiayai setiap
lembar kertas yang digunakan mencetak hasil pemikiran Anda baik dalam
bentuk proposal maupun rangkaian bab, proses penelitian, pengolahan data,
hingga persiapan materi presentasi saat pendadaran skripsi atau pembelaan
tesis. Selain itu, biaya penjilidan skripsi/tesis juga perlu Anda siapkan.
Bagaimana mempersiapkan ketiga faktor tersebut dengan mudah? Anda tidak
perlu khawatir, berikut ini akan disajikan trik-trik agar Anda memiliki
persiapan matang dalam proses penyusunan dan penulisan skripsi/tesis.
Apa jadinya jika Anda
dihadapkan pada makanan yang tidak Anda sukai? Tentu Anda tidak memiliki selera
untuk memakannya. Demikian pula halnya dengan pemilihan topik skripsi/tesis.
Pilihlah topik yang Anda minati.
Minat dapat dipahami
sebagai kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Adanya minat terhadap
suatu objek akan memberikan dorongan positif yang kuat untuk mengetahui seluk
beluk objek tersebut. Ketika menghadapi suatu objek yang sangat diminati, maka
Anda akan bersemangat untuk ‘menguliti’ objek tersebut.
Penyusunan dan penulisan
skripsi/tesis merupakan suatu rangkaian proses yang saling terkait. Dari awal
hingga akhir proses tersebut, Andalah yang bertindak sebagai subjek, dimana
Anda harus menemukan permasalahan atas topik yang dipilih, membangun landasan
teori, menentukan metode penelitian, melakukan penelitian, mengolah data
penelitian, memecahkan permasalahan yang ada berdasarkan hasil penelitian, dan
mempertanggungjawabkan hasil penelitian tersebut. Jika Anda mengambil topik yang
tidak diminati, maka Anda sendiri yang akan mengalami kesulitan selama proses
penyusunan dan penulisan skripsi/tesis. Berbeda apabila topik yang Anda pilih
sesuai dengan minat Anda, maka setiap tahapan dalam proses skripsi/tesis akan
dapat dilalui dengan lebih mudah.
2. Lakukan
Survei Pendahuluan
Secara prinsip suatu
proses apapun dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dalam konteks
penyusunan skripsi/tesis juga tidak lepas dari faktor kedua faktor tersebut.
Khusus untuk faktor eksternal, Anda bisa saja menghadapi keterbatasan
literatur, keterbatasan waktu konsultasi dengan dosen pembimbing, penolakan
dari responden, dan lain sebagainya. Beragam faktor tersebut tentunya tidak
bisa Anda kendalikan. Meskipun demikian, setidaknya Anda dapat mengantisipasi
agar faktor-faktor tersebut tidak menjadi kendala. Bagaimana caranya? Lakukan
survei pendahuluan.
Secara teknis survei
pendahuluan dapat dilakukan dengan wawancara dan observasi sederhana terhadap
faktor-faktor yang berkaitan dengan proses penyusunan dan penulisan
skripsi/tesis. Survei pendahuluan tersebut tentunya dilakukan secara non-formal
sebatas untuk memperoleh informasi berkenaan dengan setiap tahapan yang akan
dilakukan.
3. Lakukan
Pendekatan Dengan Dosen Pembimbing
Kebijakan terhadap
penentuan dosen pembimbing pada setiap kampus tidak selalu sama. Ada yang sudah
ditentukan, dan ada pula yang memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk
memilih sendiri dosen pembimbingnya.
Jika dalam kampus Anda
berlaku kebijakan yang pertama, yakni dosen pembimbing sudah ditentukan, maka
cobalah untuk melakukan pendekatan dengan dosen pembimbing. Pendekatan ini
bertujuan untuk mengetahui karakter dari dosen pembimbing tersebut, mencakup
sifat, kebiasaan, kegemaran, dan juga hal-hal yang tidak disukai. Secara umum
dosen pembimbing akan lebih menyukai mahasiswa yang aktif, cerdas, kritis,
disiplin, dan tepat waktu. Apabila Anda menerapkan hal-hal tersebut, dosen
pembimbing yang terkenal ‘killer’ sekalipun akan rela dan senang
membimbing Anda.
Sementara bagi Anda yang
memiliki kebebasan untuk memilih dosen pembimbing, ada trik tersendiri. Untuk
memperoleh pembimbingan skripsi/tesis yang maksimal, pilihlah dosen pembimbing
yang memiliki ‘jam terbang’ standar. Artinya, dosen pembimbing tidak disibukkan
dengan aktivitas baik di dalam maupun di luar kampus. Selain itu, jumlah
mahasiswa yang dibimbing tidak terlalu banyak. Dengan begitu, dosen pembimbing
akan memiliki waktu lebih banyak untuk memberikan bimbingan skripsi/tesis,
sehingga proses yang nantinya Anda lalui tidak akan mengalami banyak hambatan.
4. Konsultasikan
Judul yang Dipilih Dengan Dosen Pembimbing
Perbedaan persepsi
mengenai topik skripsi/tesis antara mahasiswa dengan dosen pembimbing bisa jadi
menimbulkan komunikasi yang salah di antara keduanya. Untuk menghindari hal
tersebut, Anda perlu melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing mengenai
judul yang dipilih.
Perlu Anda sadari bahwa
dosen pembimbing bukanlah orang yang maha pintar dan maha mengetahui segala
permasalahan. Meskipun demikian, jangan pula Anda meremehkan kemampuan mereka
secara intelektual dan empiris. Anda hanya butuh rasa percaya diri ketika
berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Ada baiknya jika Anda memberikan
penjelasan singkat mengenai judul tersebut dan permasalahan yang akan dikaji.
Hal ini dimaksudkan agar dosen pembimbing memiliki persepsi dan sudut pandang
yang sama dengan Anda mengenai judul dan permasalahan yang diajukan. Jangan
pernah takut untuk berargumen meski di depan dosen pembimbing, karena dari
kemampuan berargumen itulah dosen pembimbing bisa menilai kapasitas Anda dalam
memahami permasalahan dari judul yang dikonsultasikan.
5. Siapkan
Literatur yang Dibutuhkan
Ketika menentukan judul,
pastikan bahwa judul tersebut didukung dengan teori-teori yang mudah ditemukan
di beragam literatur baik buku, jurnal, artikel, dan lain sebagainya. Hal ini
dimaksudkan agar pada saat penyusunan landasan teori, Anda tidak mengalami
kesulitan menemukan teori-teori pendukung judul yang dipilih.
Literatur yang
dipersiapkan sejak awal akan memberikan manfaat bagi Anda, di antaranya adalah:
- Anda akan merasa lebih tenang karena telah
menemukan bahan atau sumber untuk menyusun landasan teori berkenaan dengan
permasalahan dari judul yang akan dikaji lebih dalam.
- Anda bisa menambah pengetahuan dan pemahaman
mengenai permasalahan yang dikaji dengan membaca beragam literatur
tersebut.
- Anda bisa memperoleh gambaran mengenai beragam permasalahan dan solusinya terkait dengan judul skripsi/tesis Anda.
6. Siapkan
Dana
Ketersediaan dana menjadi
salah satu faktor yang turut berperan dalam memberikan tekanan pada mahasiswa.
Banyak mahasiswa yang menginginkan agar penyusunan skripsi/tesis berbiaya
rendah. Namun, seringkali rencana tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga dana
yang telah disiapkan tidak cukup untuk membiayai seluruh proses penyusunan
skripsi/tesis.
Lantas, bagaimana
caranya memperoleh tambahan dana atau setidaknya menghemat biaya skripsi/tesis?
Proses penyusunan skripsi/tesis memang membutuhkan konsentrasi. Namun, untuk
memenuhi kebutuhan dana, Anda bisa mencari pekerjaan paruh waktu,
misalnya saja memberi les tambahan siswa SD atau SMP secara privat.
Sumber: http://mjeducation.co/trik-jitu-mempersiapkan-skripsi-dengan-mudah/








0 komentar:
Posting Komentar